Jumat, 30 September 2016

JOB 4 : MAIL SERVER & WEBMAIL

Nama : Muhamad Yunus
MAIL SERVER & WEBMAIL
Nama Guru : Rahmat Sukma W
Kelas : XII TKJ 1
Mapel : Adminjar
SMKN 1 Cihampelas
Tanggal :15-10-2016

            DAFTAR ISI:
                              I.            DASAR TEORI
                           II.            ALAT & BAHAN
                        III.            KESELAMATAN KERJA
                         IV.            GAMBAR & LANGKAH KERJA
                            V.            KESIMPULAN
                        VI.            REFERENSI

I.                   DASAR TEORI
MAIL SERVER adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik atau e-mail satu sama lain dalam stu jaringan atau dengan internet.
Proses pengiriman eMail bisa terjadi karena adanya SMTP Server (Simple Mail Transfer Protocol). Setelah dikirim, eMail tersebut akan ditampung sementara di POP3 Server (Post Office Protocol ver. 3). Dan ketika user yang mempunyai eMail account tersebut online, mail client akan secara otomatis melakukan sinkronisasi dari POP3 Server. Aplikasi MailServer:
1)      postfix (mail server),
2)      courier-imap (smtp), 

3)      courier-pop (pop3).
Topologi sederhana Pembuatan MailServer & WebMail
Cara Kerja SMTP dan POP3 pada MailServer



    WebMail (Web Based Mail), adalah aplikasi eMail client yang berbasis web. Jika anda pernah melihat layanan eMail Yahoo, Gmail, ataupun Hotmail. Mereka menggunakan webmail sebagai eMail client untuk setiap penggunanya. Kelebihan dari Webmail ini sendiri adalah bisa kita gunakan dimana saja, kapan saja, dan bagaimana saja keadaanya, asalkan kita tetap terkoneksi ke Internet.
Untuk membuat mail client yang berbasis web, tentunya kita membutuhkan CMS (Content Management System) yang dikhususkan untuk webmail. Diantaranya yang terkenal adalah squirrelmail dan roundcubemail.

II.                ALAT DAN BAHAN
            1)      OS Debian 7 (pada Virtual Box)
            2)      Aplikasi Virtual Box
            3)      OS Windows sebagai Client
            4)      Aplikasi Putty
            5)      Aplikasi Bind9 untuk Server
            6)      Aplikasi SMTP dan POP3 untuk Server
            7)      Aplikasi Postfix untuk Server
            8)      Aplikasi Squirrelmail untuk Server
            9)      Akses Internet

III.            KESELAMATAN KERJA
1)      Berdoa terlebih dahulu sebelum melaksanakan praktek
2)      Praktik sesuai dengan soal dan paduan belajar
3)      Memakai jas/baju lab ketika praktek
4)      Tertib pada saat praktik
5)      Melaksanakan praktek dengan sebaik mungkin
6)      Berdoa kembali setelah melaksanakan praktek

IV.                   GAMBAR & LANGKAH KERJA
1. Pertama sebelum menjalankan Debian Server pada Virtual Box, lihat dulu pada Windows "Network Connections" pastikan akses internetnya jalan.
2. Buka aplikasi Virtual Box, kemudian pilih "setting".
 3. Pada submenu Jaringan pastikan pilih "Adapter Ter-bridge".
 4. Kemudian sesuaikan nama LAN card atau WLAN yang digunakan, kemudian "OK".
 5. Pilih "Mulai" untuk menjalankan Server.
 6. Login dengan user & pass yang telah dibuat, kemudian masukkan "su" dan passwordnya.
 7. Setting IP, ketikkan "pico /etc/network/interfaces" ENTER.
 8. Kemudian settingan harus seperti gambar jika akses internet menggunakan mode IP DHCP, jika sudah tekan CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
 9. Restart jaringan, ketikkan "/etc/init,d/networking restart" ENTER.
 10. Jika berhasil maka akan muncul IP yang diterima, IP ini untuk meremote dengan aplikasi Putty.
 11. Atau bisa juga ketikkan "ifconfig" kemudian ENTER untuk mengecek IP yang diterima.
 12. Buka Aplikasi Putty
 13. Masukkan IP yang diterima tadi, kemudian "Open".
 14. Jika ada peringatan seperti ini, pilih "Yes".
 15. Tampilan awal masuk Putty yang berhasil remote, jika warnanya berbeda jangan khawatir, karena saya merubah warnanya.
 16. Kemudian login dengan user & pass debian server dan juga su.
 17. Langkah selanjutnya, ketikkan perintah "pico /etc/apt/source.list" ENTER untuk masuk ke folder repository.
 18. Tampilan folder repository.
 19. Jika ada yang belum tercantum tanda "#" maka tambahkan seperti pada gambar.
 20. Pada windows, buka browser kemudian ketikkan perintah contoh "repository kambing ui debian 7" ENTER.
 21. Pilih paling atas saja.
 22. Drag text yang telah dikasih kotak.
 23. Klik kanan kemudian "Copy" pada text yang telah didrag.
 24. Kemudian klik kanan pada debian server yang berjalan di Putty di paling bawah. Jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
 25. Ketikkan "apt-get update" ENTER untuk mengupdate Debian Server 7 agar bisa memasang aplikasi SMTP dan POP3.
 26. Jika berhasil maka akan seperti gambar.
27. Ketikkan perintah "apt-get install postfix" untuk menginstall aplikasi postfix.
 28. Ketikkan "y" untuk melanjutkan.
 29. Pilih OK.
 30. Pilih "Situs Internet" kemudian OK.
 31. Untuk nama mail sistem masukkan domain dns yang sudah dibuat, contoh "myunus.web.id" kemudian OK.
 32. Berikutnya install SMTP dan POP3 ketikkan "apt-get install courier-imap courier-pop" ENTER.
 33. Ketikkan "y" untuk melanjutkan.
 34. Untuk "Create directories for web-based administration" pilih "Ya/Yes" ENTER.
 35. Lalu pasang aplikasi Squirrelmail, ketikkan perintah "apt-get install squirrelmail" ENTER.
 36. Ketikkan "y" untuk melanjutkan ENTER.
37. Ketikkan "shutdown -h now" ENTER untuk mematikan dulu Debian server.
 38. Jika berhasil muncul notif seperti gambar dan close saja.
 39. Pada Virtual Box pilih menu "Setting".
 40. Pada submenu Jaringan ubah adaptor menjadi "Adaptor Hanya-host".
 41. Pastikan namanya terhubung ke adapter Virtual Box. Jika sudah OK.
 42. Kemudian "mulai" untuk menjalankan kembali debian server.
 43. Login dengan user & pass jangan lupa su nya juga.
 44. Jika sudah login, ketikkan perintah "pico /etc/network/interfaces" ENTER kemudian setting jaringan sesuai gambar. Jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
45. Restart jaringan ketikkan perintah "/etc/init.d/networking restart" ENTER.
46. Pada windows buka "Network Connections" kemudian klik kanan "Properties" pada adapter Virtual Box.
47. Pilih "IPv4" (double klik), kemudian sesuaikan IP sesuai gambar, jika sudah pilih OK OK saja.
48. Kemudian buka aplikasi Putty, masukkan IP debian server yang tadi dibuat, kemudian "Open".
49. Kemudian login.
50. Check aplikasi postfix, smtp, pop3 dan squirrelmail pastikan semua running.
51. Ketikkan "pico /etc/bind/named.conf" ENTER.
52. Arahkan cursor ke paling bawah, kemudian tambahkan tulisan seprti gambar, jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
53. Ketikkan "cd /etc/bind/ ENTER. kemudian setting file forward dengan perintah "cp db.local /var/cache/bind/db.myunus" ENTER dan "pico /var/cache/bind/db.myunus" ENTER.
54. Tampilan awal file forward sebelum disetting.
55. Kemudian setting seperti gambar, jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
56. Selanjutnya setting file reverse, ketikkan perintah "cp db.127 /var/cache/bind/db.199" ENTER dan "pico /var/cache/bind/db.199" ENTER.
57. Tampilan awal file reverse.
58. Kemudian setting sesuai gambar, jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
59. Selanjutnya masukkan DNS Server, ketikkan "pico /etc/resolv,conf" ENTER.
60. Tambahkan seperti gambar, jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
61. Restart bind9 dengan perintah "/etc/init.d/networking restart" ENTER.
62. Kemudian buat mail direktori, dengan perintah "maildirmake /etc/skel/Maildir/" ENTER.
63. Buat user untuk proses kirim email buat seperti contoh gambar.
64. Jangan lupa buat user kedua, karena jika hanya satu tidak akan bisa test kirim email.
65. kemudian ketikkan "ls /home/" ENTER untuk melihat user yang telah dibuat.
66. Konfigurasi postfix dengan perintah "pico /etc/postfix/main.cf" ENTER.
67. Arahkan kursor ke paling bawah, kemudian tambahkan "home_mailbox = Maildir/" jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
68. Masih konfigurasi postfix, menggunakan dpkg, ketikkan "dpkg-reconfigure postfix" ENTER.
69. Pilih OK
70. Pilih "Situs Internet" kemudian OK.
71. Nama mail sistem ketikkan "myunus.web.id" kemudian OK.
72. Penerima surel root dan postmaster (kosongkan) lalu OK.
73. Langsung OK saja.
74. Paksa sinkronisasi pembaruan pada antrean surel (pilih Tidak) ENTER.
75. Pilih OK.
76. Tampilan awal.
77. Tambahkan 0.0.0.0/0 pada akhir tulisan kemudian ENTER.
78. Gunakan procmail untuk pengiriman lokal (pilih Tidak) ENTER.
79. Langsung OK.
80. Langsung OK.
81. Pilih "IPv4" kemudian OK.
82. Restart postfix dengan perintah "/etc/init.d/postfix restart" ENTER dan restart juga smtp dengan perintah "/etc/init.d/courier-imap restart" ENTER.
83. Tambahkan subdomain mail pada db.myunus dengan perintah "pico /var/cache/bind/db.myunus" ENTER.
84. Arahkan cursor ke paling bawah, kemudian tambahkan "mail  IN  A 199.189.70.1" jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
85. Restart bind9 dengan perintah "/etc/init.d/bind9 restart" ENTER.
86. Kemudian test email dengan cara seperti pada gambar.
87. Kemudian check pada akun yang tadi dikirim, dengan cara seperti pada gambar.
88. Selanjutnya konfigurasi squirrelmail, dengan perintah "pico /etc/apache2/apache2.conf" ENTER.
89. Arahkan kursor ke paling bawah, kemudian tambahkan "Include "/etc/squirrelmail/apache.conf"." Jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
90. Kemudian masuk ke "pico /etc/squirrelmail/apache.conf" ENTER.
91. Arahkan pada tulisan yang diberi kotak.
92. Ubah seperti gambar, jika sudah CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan dan ENTER.
93. Restart apache dengan perintah "/etc/init.d/apache2 restart" ENTER.
94. Buka browser pada windows, ketikkan perintah "http://www.myunus.web.id/squirrelmail" ENTER.
95. Kemudian login dengan user email pertama.
96. Pilih "Compose" untuk mengirim pesan.
97. Untuk mengirim email, lakukan seperti gambar.
98. Jika sudah logout dari user pertama kemudian login ke user kedua/penerima pesan.
99. Buka inbox dari user pertama.
100. Tampilan pesan pada squirrelmail yang berhasil mengirim email.

V.                   KESIMPULAN
Pada saat pembuatan mailserver dan webmail yang harus diperhatikan adalah penginstallan smtp dan pop3, karena kalau kita menggunakan OS Debian 7 kemudian kita tidak mengudatenya maka tidak akan bisa di install, kalau kita menggunakan OS Debian terbaru maka tidak perlu mengupdate terlebih dahulu tapi langsung pembuatan DNS Server saja.

VI. REFERENSI / SUMBER DARI
1)      Modul konfigurasi Debian Server